Sabtu, 22 Agustus 2015

Gadis itu bernama Gia


Hari yang cukup melelahkan.. seharian diatas ranjang memandangi handphoneku. Seperti biasa, sedang kucari gadis yang bernama gia. Sudah kucari tiap hari, tapi terlihat semu, seperti bayang-bayang jari tangan yang terlihat seperti hewan-hewan bercengkrama.

Ah seharian diatas ranjang.. berdua dengan handphone.
Bukan hal yang mudah ternyata. Dan juga bukan hal yang menyenangkan. Sebab kau harus tahan dengan cobaan-cobaan yang menimpa. Contohnya harus kuat menahan rasa ingin kekamar kecil atau harus kuat seluruh badanmu pegal dengan posisi yang sama yaitu tiduran. Terlebih, kau tau kan gadis itu tak juga kutemukan. Makin getol lah aku mengoprek seluruh isi handphone

Seharian.. bayangkan seharian kugunakan kartu kesempatanku dengan harapan bisa kudapatkan kartu bebas parkir. Nyatanya, hanya jalan 2 langkah yang kudapat. Saat berhenti 2 langkah, akupun harus membayar denda. Ah capek memang diatas kasur..

Kuteriaki si gia ini, kelihatannya dia tidak akan mendengar. Capeklah aku. Ingin kuhentikan. Tapi kucoba beberapa kali lagi melayari seluruh tempat yang ada. Satu dua tempat.. tiga hingga sepuluh tempat.. Sadar kemudian, petang datang, ia memaksa masuk. Kularang masuk. Tapi tetap saja dia sudah masuk. Dasar petang!

Gia yang cantik.. kemana lagi harus kucari? Tidak rindukah dengan rumah? Rumah sudah hampir rusak karena sering kau tinggalkan.. jawab aku gia.. jawab aku. Aku tak mau sendirian dirumah rusak ini.. Tapi gia, ia tetap tidak datang..

Baiklah, aku menyerah.. gia. Kau menang.
Rasa2nya aku lupa, bahwa karna gia aku belum makan siang. Ah tapi aku baru ingat, ayam goreng ibuku sudah dilahap habis adik-adikku. Matilah aku. Cacing perutku tak mau kompromi. Dipaksanya aku untuk makan apapun. Ah menyusahkan saja pikirku.. mungkin cukup nasi dengan garam dan bawang goreng saja seperti kemarin, minimal terisi. Aku ambil piring, sendok, dan nasi.. Wah untung saja nasinya masih ada. Setelah terisi piringku dengan nasi, kuarahkan kakiku untuk mengambil garam dan bawang goreng.

Tapi langkahku terhenti.. memori dan logikaku mengenali sesuatu. Yang selama ini, yang seharian ini, kucari tapi tak pernah ketemu. Ya. Akhirnya. Kutemuan juga gia, gia terlihat sangat cantik dan menggairahkan. Ia mayoritas berwarna coklat, memiliki bau yang sedap dan hmm.. rasa yang benar2 kukenal. Kali ini gia, berwujud satu kotak ikan pedo. Yaitu ikan asin yang dihancurkan dan dimasak dengan bumbu. Baunya.. membius! Sempat kumarahi gia, kemana aja kamu? Kenapa ga daritadi aja kayak gini nongol. Memang sih akupun juga baru tau bahwa ada ikan favoritku ini di atas toples kerupuk malam ini. Dengan sabar kumakan sendok demi sendok nasi bersama gia.. kurasakan rasa asinnya dan teksturnya dilidah.. ah benar-benar. Enaknya kejam. Kenapa ga daritadi aja begini. Oya, gia.. yah nama panjangnya bahagia. Bahagiaku malam ini adalah ikan pedo. Ikan yang menyelamatkan lidah dan perutku. Tapi tak hanya itu sih, ikan ini juga menyelamatkan waktu dan tubuhku hehe :)

Tuhan.. memang, tak seharusnya aku cari gia kesana kemari dari dasar laut hingga puncak gunung. Dari lembah hingga bukit. Memang ia bukan untuk dicari. Karena bahagia, ia ada dihidupku, dalam bentuk apapun itu. Selama kusyukuri dia walaupun sekecil lauk pauk seperti ikan pedo malam ini. Sungguh, aku kenyang dan bahagia sangat. Terimakasih Tuhan, kau berikan bahagiaku malam ini kembali, dengan hal yang sederhana dan patut kusyukuri sebagai nikmat darimu. Alhamdulillah..

Nibras sukmaning setya
Surabaya, 23 Agustus 2015
02.42 am

Selasa, 11 Agustus 2015

Rindu


Rindu
Sebuah perjuangan menanti pertemuan
Terkesan menyakitkan
Trnyt seeing kali ia membahagiakan
Aku suka dengan sensasinya,
Saat dimana kebahagiaan pertemuan kita gunjingkan.
Berbalas rindupun ternyata tak sll menenangkan
Meskipun kita bayangkan balas itu menyenangkan
Malah, jika kau tau, ia membuatku penuh kekhawatiran
Khawatir bahwa nantinya kau tak lagi bisa kutemukan
Khawatir kau tak lagi bisa kurasakan.
Hm.. tapi kau tahu?
Satu hal yang kupelajari dr rindu,
Ia senantiasa menjadikan hal yg bernama pertemuan
Menjadi begitu menakjubkan

Surabaya, 8 agustus 2015

Blogger templates

Mengenai Saya

Foto saya
Pada dasarnya saya hanyalah perempuan yang punya banyak hobi untuk dilahir telurkan agar ia tidak terbuang percuma tapi termanfaatkan
Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll