Selasa, 27 Oktober 2015

Enough for school?


Enough for school?

Oke dari gambar ini sy ga akan membahas ttg motivasi spy kita para sekolahers lbh bersyukur dan bersungguh2 dalam berjuang dlm derita sekolah..

Tapi sy mau membahas quote menarik dr mark twain yg menunjukkan makna bahwa sekolah dan pendidikan adalah dua hal yang berbeda.

Org2 pejuang hidup di foto ini tau bahwa pendidikan itu penting, maka dr itu meskipun salahsatu fasilitas pendidikan (baca: sekolah) sudah membuang mereka, mereka tidak berhenti belajar, belajar apapun itu. Belajar apa yang disukai, yang dianggap benar, dan apa yang dirasa bisa membahagiakan mereka pd intinya.

Tanpa sadar sy sempat merasa bahwa, entah saya saja atau yang lain juga, bahwa sekolah telah memberikan pendidikan yg cukup utk sy hidup kelak. Dengan sekolah saya bisa menggengggam dunia. But u know, im totally wrong.

Dari sana seringlah terlupakan pendidikan2 lain yg penting bagi hidup kita diluar pembelajaran formal disekolah. Contoh kecilnya yaitu pendidikan ttg pemikiran terbuka (openminded). Saya sering melihat, membaca, mendengar orang2 yg luarbiasa pandai memiliki potensi besar menjadi orang hebat krn kecerdasannya terutama dibidang akademik maupun profesinya. Tapi itu semua menjadi hilang, istilah jawanya "njegleg". Sebab sebagian org2 ini sangat suka sekali menjudge seseorang, ide, perilaku, tanpa mengetahui kebenarannya. Nah tahap berikutnya setelah tau pun, krn mrk sdh tau kebenarannya harusnya mengikuti dong? Tapi tidak, yg ada mereka berpaling dan menuruti apa yg sdh diyakininya benar. Meskipun mereka tau itu salah dan bahkan mengakui hal tsb salah.

Perihal inilah kita tidak akan pernah kita dapatkan disekolah. Jika ada org yg mendapatkannya disekolah, saya jamin org tsb kecerdasannya diatas rata2 krn bisa mendobrak alur pemikirannya sendiri krn sekolah tidak pernah mengajarkan hal tsb. Justru sekolah mengajarkan pada kita tekstualitas dan judging.

Disekolah disuruh duduk dengar catat hafal (ddch) kemudian ketika membuat pr atau ujian akan ada nilainya mana yg benar dan mana yg salah apalagi jika tidak sama dengan buku jawabannya. Ini yg menumbuhkan tekstualitas plus judging.

Saya tidak hendak menyuruh kalian utk membantah dan memporak porandakan sekolah, tidak. Sebab sekolah adalah salahsatu fasilitas pendidikan. Ingat. Salahsatu fasilitas pendidikan. Bukan wujud dr pendidikan. Sehingga jika kita ingin jd orang yang benar2 berpendidikan, belajarlah diluar sekolah, apapun itu, sebanyak yang kamu bisa, mumpung umur masih muda.

Dari sana, kita akan terus evaluasi diri dan menjadi lebih baik. Insyaallah. Semoga :)

Petang berkabut menjelang adzan
Surabaya, 28 oktober 2015

Sabtu, 22 Agustus 2015

Gadis itu bernama Gia


Hari yang cukup melelahkan.. seharian diatas ranjang memandangi handphoneku. Seperti biasa, sedang kucari gadis yang bernama gia. Sudah kucari tiap hari, tapi terlihat semu, seperti bayang-bayang jari tangan yang terlihat seperti hewan-hewan bercengkrama.

Ah seharian diatas ranjang.. berdua dengan handphone.
Bukan hal yang mudah ternyata. Dan juga bukan hal yang menyenangkan. Sebab kau harus tahan dengan cobaan-cobaan yang menimpa. Contohnya harus kuat menahan rasa ingin kekamar kecil atau harus kuat seluruh badanmu pegal dengan posisi yang sama yaitu tiduran. Terlebih, kau tau kan gadis itu tak juga kutemukan. Makin getol lah aku mengoprek seluruh isi handphone

Seharian.. bayangkan seharian kugunakan kartu kesempatanku dengan harapan bisa kudapatkan kartu bebas parkir. Nyatanya, hanya jalan 2 langkah yang kudapat. Saat berhenti 2 langkah, akupun harus membayar denda. Ah capek memang diatas kasur..

Kuteriaki si gia ini, kelihatannya dia tidak akan mendengar. Capeklah aku. Ingin kuhentikan. Tapi kucoba beberapa kali lagi melayari seluruh tempat yang ada. Satu dua tempat.. tiga hingga sepuluh tempat.. Sadar kemudian, petang datang, ia memaksa masuk. Kularang masuk. Tapi tetap saja dia sudah masuk. Dasar petang!

Gia yang cantik.. kemana lagi harus kucari? Tidak rindukah dengan rumah? Rumah sudah hampir rusak karena sering kau tinggalkan.. jawab aku gia.. jawab aku. Aku tak mau sendirian dirumah rusak ini.. Tapi gia, ia tetap tidak datang..

Baiklah, aku menyerah.. gia. Kau menang.
Rasa2nya aku lupa, bahwa karna gia aku belum makan siang. Ah tapi aku baru ingat, ayam goreng ibuku sudah dilahap habis adik-adikku. Matilah aku. Cacing perutku tak mau kompromi. Dipaksanya aku untuk makan apapun. Ah menyusahkan saja pikirku.. mungkin cukup nasi dengan garam dan bawang goreng saja seperti kemarin, minimal terisi. Aku ambil piring, sendok, dan nasi.. Wah untung saja nasinya masih ada. Setelah terisi piringku dengan nasi, kuarahkan kakiku untuk mengambil garam dan bawang goreng.

Tapi langkahku terhenti.. memori dan logikaku mengenali sesuatu. Yang selama ini, yang seharian ini, kucari tapi tak pernah ketemu. Ya. Akhirnya. Kutemuan juga gia, gia terlihat sangat cantik dan menggairahkan. Ia mayoritas berwarna coklat, memiliki bau yang sedap dan hmm.. rasa yang benar2 kukenal. Kali ini gia, berwujud satu kotak ikan pedo. Yaitu ikan asin yang dihancurkan dan dimasak dengan bumbu. Baunya.. membius! Sempat kumarahi gia, kemana aja kamu? Kenapa ga daritadi aja kayak gini nongol. Memang sih akupun juga baru tau bahwa ada ikan favoritku ini di atas toples kerupuk malam ini. Dengan sabar kumakan sendok demi sendok nasi bersama gia.. kurasakan rasa asinnya dan teksturnya dilidah.. ah benar-benar. Enaknya kejam. Kenapa ga daritadi aja begini. Oya, gia.. yah nama panjangnya bahagia. Bahagiaku malam ini adalah ikan pedo. Ikan yang menyelamatkan lidah dan perutku. Tapi tak hanya itu sih, ikan ini juga menyelamatkan waktu dan tubuhku hehe :)

Tuhan.. memang, tak seharusnya aku cari gia kesana kemari dari dasar laut hingga puncak gunung. Dari lembah hingga bukit. Memang ia bukan untuk dicari. Karena bahagia, ia ada dihidupku, dalam bentuk apapun itu. Selama kusyukuri dia walaupun sekecil lauk pauk seperti ikan pedo malam ini. Sungguh, aku kenyang dan bahagia sangat. Terimakasih Tuhan, kau berikan bahagiaku malam ini kembali, dengan hal yang sederhana dan patut kusyukuri sebagai nikmat darimu. Alhamdulillah..

Nibras sukmaning setya
Surabaya, 23 Agustus 2015
02.42 am

Selasa, 11 Agustus 2015

Rindu


Rindu
Sebuah perjuangan menanti pertemuan
Terkesan menyakitkan
Trnyt seeing kali ia membahagiakan
Aku suka dengan sensasinya,
Saat dimana kebahagiaan pertemuan kita gunjingkan.
Berbalas rindupun ternyata tak sll menenangkan
Meskipun kita bayangkan balas itu menyenangkan
Malah, jika kau tau, ia membuatku penuh kekhawatiran
Khawatir bahwa nantinya kau tak lagi bisa kutemukan
Khawatir kau tak lagi bisa kurasakan.
Hm.. tapi kau tahu?
Satu hal yang kupelajari dr rindu,
Ia senantiasa menjadikan hal yg bernama pertemuan
Menjadi begitu menakjubkan

Surabaya, 8 agustus 2015

Jumat, 05 Juni 2015

Crocodilest


Biegraph

Selasa, 28 April 2015

Kebahagiaan


Menggantungkan kebahagiaan
Tidak sekedar tinggi akan harapan
Tetapi juga penuh ketidaksesuaian
Bukan karena kebohongan
Maupun tingkah kejujuran,
Sebuah ketidakpastian
Senantiasa tersirat disetiap anggapan
Bahwa dinamis adalah ketetapan sifat perubahan

Tinggalah seorang perempuan
Di paling ujung tepian awan
Yang hidupnya penuh akan buaian
Setiap petang menanti kemesraan
Yang nyatanya tak tentu menyapa perasaan

Tak jarang itu berubah menjadi sakitnya kerinduan
Sesampai akhirnya, berkatalah ia, bahwa rindu adalah kedukaan.
Sedangkan diam-diam dihatinya terselip nikmat yang menghanyutkan
Memelas meminta secuil belai kasih yang dinantikan
Meskipun pada akhirnya sering tak didapatkan
Tapi ia tahu, esok akan ada yang memberikan
Sugesti ini yang seolah meyakinkan
Bahwa akan selalu datang padanya, ihwal yang bernama kebahagiaan

Nibras sukma
Malam 28 April 15

Selasa, 24 Februari 2015

Akhlak pembangun masyarakat


Kebenaran tidak akan ditemukan dengan jalan merendahkan yang lain
Kemuliaan diri tidak akan ditemukan dengan jalan merendahkan yang lain
Kebanggaan diri juga tidak akan ditemukan dengan jalan merendahkan yang lain
Kebenaran
Kemuliaan
Dan kebanggaan diri
Akan ditemukan dengan kehausan diri akan kesempurnaan
Sesungguhnya kebaikan yang lain adalah kepingan akhlak yang patut dimiliki seluruh pembangun masyarakat

Senin, 23 Februari 2015

Sebal


Sebal adalah ketika
Kau sangat jatuh cinta pada rangkaian nada yang menenangkan hatimu
Tapi kau sadar bahwa itu hanya menyiratkan cemburu
Kecintaan yang selalu dibanggakan
Diikat erat pada puncak melodi, kandas perlahan
Seiring lantunan indah nan menyakitkan

Nibras
Malam februari 15

Blogger templates

Mengenai Saya

Foto saya
Pada dasarnya saya hanyalah perempuan yang punya banyak hobi untuk dilahir telurkan agar ia tidak terbuang percuma tapi termanfaatkan
Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll